Langsung ke konten utama

Tafsir Al – Qur’an tentang Kebersihan, Kesehatan, dan Busana


Tafsir Al – Qur’an tentang Kebersihan, Kesehatan, dan Busana
Oleh ; Rizky Fauzi Mulyana

Mahasiswa Al – Ghifari, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Jurusan Hubungan Internasional, Kelas 2 C


A.   Abstrak
Jika kita melihat kepada lingkungan sekitar kita, ternyata masih banyak wanita yang keluar rumah tetapi tidak menutup auratnya, atau bahkan terkesan seperti mengumbarnya. Hal anehnya, masyarakat umum menganggap biasa sebuah kemaksiatan tersebut, yang semestinya harus kita ingkari serta senantiasa mencoba saling mengingatkan kepada saudara kita semua. Dan untuk mengubah cara pandang masyarakat yang memiliki pemahaman bahwa membuka aurat bukanlah dosa, kita mesti mengawalinya dari diri sendiri lalu coba tanyakan apa yang menjadi hambatan orang yang membuka aurat tersebut dan sampaikanlah apa yang telah Allah.SWT Wahyukan.

B.    Pendahuluan
Secara bahasa aurat memiliki arti segala perkara yang dirasa malu/aib . Jadi aurat adalah sesuatu yang seharusnya oleh setiap orang tutupi karena merasa malu atau rendah diri jika sesuatu itu terlihat atau bahkan di ketahui oleh orang lain, nah nampaknya di masyarakat umum belum mengetahui apa – apa yang sebenarnya aib bagi mereka, karna pengaruh Globalisasi dan banyaknya orang bermaksiat, maka banyak orang yang membuka auratnya terutama wanita.

C.   Pembahasan
Bahkan Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kepada istri-istri nabi dan wanita beriman untuk menutup aurat mereka sebagaimana firman-Nya :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]
Agama Islam itu selaras dengan fitrah manusia, karena menutup aurat sendiri adalah pembawaan atau sifat alami manusia sejak lahir. Dan Allah pun menegaskan dalam Firman – Nya di Quran surah Al – Adhzab ayat 59, sehingga semestinya manusia, khususnya perempuan dapat menutup auratnya dengan hijab atau yang lain. Maka dari itu disini saya akan coba menyebutkan batas – batas aurat bagi perempuan dan laki – laki ;


(1) Aurat laki-laki di hadapan laki-laki.
Para ulama menyebutkan bahwa batasan aurat laki-laki dihadapan laki-laki lainnya adalah mulai dari pusat hingga lutut.
Karena itu tidak boleh bagi seorang laki-laki melihat aurat saudaranya mulai dari pusat hingga lututnya (berlaku hukum seseorang tidak boleh menampakkan aurat ini dihadapan laki-laki-pent). Adapun melihat yang lainnya, maka itu dibolehkan.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا تنظر المرأة إلى عورة المرأة
“Tidak boleh bagi seorang laki-laki melihat aurat seorang laki-laki, dan tidak boleh seorang perempuan melihat aurat perempuan.” (HR. Muslim)
(2) Aurat Wanita di hadapan wanita
Aurat wanita di hadapan wanita sama dengan aurat laki-laki di hadapan laki-laki, yaitu mulai dari pusat hingga lutut.
Maka boleh bagi wanita lainnya melihat anggota tubuh wanita lainnya, selain batas-batas aurat tersebut, kecuali pada wanita kafir dzimmiyah (wanita kafir yang tinggal di daerah kaum muslimin yang membayar jizyah) atau wanita kafir secara umum.
(3) Aurat laki-laki di hadapan wanita, auratnya adalah mulai dari pusat hingga lutut. Ini perkataan yg lebih kuat dari ikhtilaf ulama.
(4). Aurat wanita di hadapan laki-laki.
Aurat wanita di hadapan laki-laki, para ulama berbeda pendapat akan hal ini dalam dua pendapat.
[•] Pendapat pertama yaitu bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya. Ini pendapat mazhab Syafi’iyah dan Hanabilah.
Imam Ahmad mengatakan: “Seluruh tubuh wanita adalah aurat bahkan kukunya”. (Tafsir Ibn al-Jauzi: 6/31)
[•] Pendapat kedua yaitu bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
 Dalil-dalil masing-masing pendapat
[#] Dalil Mazhab Malikiyah dan Hanafiyah.
• Firman Allah azza wajalla:
ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak pada mereka.” (QS. An-Nur: 31)
Dalam ayat ini disebutkan adanya ististna (pengecualian) dari hal-hal yang tidak boleh diperlihatkan dari anggota yaitu “Kecuali yang biasa nampak.” Maksudnya perkara yang dibutuhkan untuk diperlihatkan dan ditampakkan yaitu wajah dan telapak tangan.
Pendapat ini pula merupakan pendapat beberapa sahabat dan tabi’in. Sa’id Ibn Jubair radhiyallahu ‘anhu berkata tentang makna firman Allah “Kecuali yang biasa tampak,” yaitu wajah dan telapak tangan. Begitupula ‘Atha’ dan Adh-Dhahhak.
• Hadits Aisyah yang menceritakan bahwa Asma Binti Abi Bakar radhiyallahu ‘anhuma masuk menemui Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dengan mengenakan pakaian yang tipis. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpaling dari arahnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Asma, sesungguhnya wanita yang telah dewasa tidak baik dilihat kecuali ini dan ini sambil menunjukkan wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Dawud, ia sendiri mengatakan haditsnya mursal. Para ulama menghukumi hadits ini lemah karena terputusnya sanad dan beberapa periwayatnya lemah)
• Diantara yang menunjukkan bahwa wajah dan telapak tangan wanita bukan aurat adalah anjuran wanita memperlihatkan wajah dan telapak tangannya saat shalat dan ihram. Jika seandainya ia adalah aurat maka tidak akan diperbolehkan untuk membukanya, sebab menutup aurat adalah syarat sahnya shalat.
[#] Dalil madzhab Syafi’iyyah dan Hanabilah
• Firman Allah azza wajalla:
ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak pada mereka.” (QS. An-Nur: 31)
Dalam ayat ini Allah mengharamkan perhiasan wanita untuk diperlihatkan secara mutlak, baik yang bersifat khalqiyyah (sifat anggota tubuh) atau muktasabah (perhiasan tambahan untuk mempercantik dirinya).
Adapun makna firman Allah “Kecuali yang biasa nampak” yaitu jika ia tampak karena tidak sengaja seperti kain penutup wajah yang tertiup angin hingga menyingkap wajah. Sebab wajah itulah yang merupakan asal fitnah bagi laki-laki.
Adapun hadits Nabi yang menguatkan pendapat ini sangat banyak yang berputar pada hukum memandang wajah wanita. Misalnya hadits Jabir yang bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tentang hukum memandang wajah wanita secara tiba-tiba tidak senagaja, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Palingkanlah wajah-Mu.”
Dalil berikutnya adalah firman Allah azza wajalla:
وإذا سألتموهن متاعا فاسلوهن من وراء حجاب
“Apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir”. (QS. Al-Ahzab: 53)
Ayat secara jelas mengharamkan melihat wajah wanita.
Jawaban terhadap Dalil Mazhab Malikiyah dan Hanafiyah.
• Hadits yang dijadikan hujjah dhaif.
• Ta’wil ayatnya jelas yaitu jika ia tidak sengaja mengungkapnya.
•Wajah dan telapak tangan tidak ditutup saat shalat karena terdapat masyaqqah (unsur menyusahkan/memberatkan). (Tafsir ibn al-Jauzi: 6/31)
D.   Simpulan
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwasanya mengapa kita wajib menutup aurat, terlepas itu merupakan perintah dan larangan dari Allah SWT, tentu dengan menutup aurat juga kita akan menjaga kebersihan dari faktor lingkungan luar.


Daftar Pustaka

·         Dan 2 narasumber pemuda di daerah saya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosa "Bebal"

... Keterbelakangan sempurna akhlak penerus abu jahal Tentang, remaja perjuangan temukan jati diri durjana Oknum goblok terbalut label agama bar bar Korporat bangsat dan sabotase moral Dan pelajar bebal berzina atas dasar nafsu duniawi Dalam kamuflase sensasi binal cinta monyet Kemunafikan birahi santri pubertas Liberalis otak jelata, bacot fasik di atas ego apatis Hari ini dan seterusnya kita rampok semua yang memuakkan...! Kita teguk semua kelabu maksiat Membakar batas monopoli para pengumpat ambisi neraka Karna kebenaranpun mungkin sudah mampus Biar tuhan tahu dan kedua malaikat idiot hanya geming menatap juga mencatat tak berdaya. persetan dengan fasis persetan dengan fanatik persetan dengan pemabuk agama tanpa implementasi Saat prediksi parameter soleh hanya omong utopis surgawi Maka dengan semua keangkuhan diri, ku mengutuk setiap hati yang di khitan taubat Kalian semua punya Hati..!! Lantas untuk apa Lurus jika Bengkok itu Indah??!! hahaha... . . . duhai sang waktu... maafkanlah...

Dampak Covid-19 Terhadap sektor Ekonomi

 Cipadung, 15 Mei 2020 Sejam lebih 1.456 detik, saya benar" terlena dengan aplikasi kinemaster, tampak jempol dan bulu mata saya pun belum menunjukan rasa lelahnya, terus mengutak atik video, yang nantinya disetor sebagai salah satu tugas mata kuliah. Awanpun mulai memperlihatkan warna merah kekuningan, atau biasa di sebut dengan "senja". huhhh... tak terasa waktu berlalu begitu cepat, hingga akhirnya video yang saya desain selesai juga 😆.... Saya yakin editor pro kinemaster akan menangis lihat karya saya ini,  begitu sempurna, indah dan abstrak. hahaha..., karena abstrak saya sengaja membuat keterangan berbentuk tulisan nya, maka silahkan simak dibawah ini Rizky Fauzi Mulyana Dampak Covid – 19 Saya ingin coba membahas dampak virus ini dalam perspektif ekonomi, di lansir oleh media media di internet  bahwa depresiasi harga minyak dunia turun drastis sampai menyentuh harga minus US dollar Bahwa para pengamat ekonomi migas pun menyatakan semestinya Indonesia bisa menurunk...

Homo Economicus

9 april 2022 Kuda besi campur pelastik saya arahkan menuju bunderan cibiru, tepat didepan UIN Bandung, terlihat beberapa dagangan berjejer dengan berbagai macam jenis jajanan. Hingga akhirnya saya pun berlabuh disalah satu warteg (sebut saja wartin a.k.a warteg uin). Mobilitas warga Bandung memasuki malam cukup tinggi, lalu – lalang kendaraan melaju dengan velositas rendah memburu hidangan berbuka dan takjil membuat jalanan dari ujungberung hingg bunderan cibiru macet merayap, ditambah prilaku warga yg parkir sembarangan demi memilih jajanan yg dsukai, begitupun saya, namun sebelum berlabuh diwartin, cukup lama saya menyusuri sepanjang jalan Ah Nasution untuk mencari menu andalan, jengkol. Sudah mampir ke 4 rumah makan tapi hasilnya nihil.  Setelah beberapa dasawarsa mengitari Bandung bagian Timur akhirnya saya dapat menemukan jengkol, walaupun dengan harga yang tidak bersahabat, kerena kenaikan harga jengkol yang mencapai 90rb/kg dipasar tradisional menyebabkan pengusaha rumah mak...