Langsung ke konten utama

Dampak Covid-19 Terhadap sektor Ekonomi


 Cipadung, 15 Mei 2020


Sejam lebih 1.456 detik, saya benar" terlena dengan aplikasi kinemaster, tampak jempol dan bulu mata saya pun belum menunjukan rasa lelahnya, terus mengutak atik video, yang nantinya disetor sebagai salah satu tugas mata kuliah.


Awanpun mulai memperlihatkan warna merah kekuningan, atau biasa di sebut dengan "senja". huhhh... tak terasa waktu berlalu begitu cepat, hingga akhirnya video yang saya desain selesai juga 😆.... Saya yakin editor pro kinemaster akan menangis lihat karya saya ini,  begitu sempurna, indah dan abstrak. hahaha..., karena abstrak saya sengaja membuat keterangan berbentuk tulisan nya, maka silahkan simak dibawah ini


Rizky Fauzi Mulyana


Dampak Covid – 19


Saya ingin coba membahas dampak virus ini dalam perspektif ekonomi, di lansir oleh media media di internet  bahwa depresiasi harga minyak dunia turun drastis sampai menyentuh harga minus US dollar


Bahwa para pengamat ekonomi migas pun menyatakan semestinya Indonesia bisa menurunkan harga bbm dari awal bulan april, dan seperti yang kita tau bahwa Indonesia adalah importir minyak terbesar, karena bisa di pastikan pertamina dan korporasi terkait pasti mendapatkan keuntungan yang sangat besar dilihat dari besarnya pernurunan harga bbm.  Tapi Mentri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) berdalih bahwa ia sedang mengamati terlebih dahulu fluktuasi harganya apakah kita akan turun bbm dan merekapun mengatakan harga BBM dalam negeri sudah cukup murah jika di banding yang lain, saya fikir alasan ini cukup lucu sih.


Jika kita bandingkan di Asia sudah ada 8 negara memutuskan untuk menurunkan harga BBM, karena memang seharusnya seperti itu selain harga minyak dunia turun, dan dengan turunya harga BBM pun dapat menopang atau menaikan daya beli masyarakat di saat kondisi finansialnya sedang turun, pun juga jika konsumsi masyarakat naik itu kana memberikan kontribusi terhadap pertumbukan ekonomi yang sebelumnya di prediksikan akan naik 2,5%.

.

 @fisip.unfari.official @unfaribdg @hi.unfari.official @himhi.unfari @formasi_fisip @jokowi

.

.

#fisipunfaribelajardirumahajh #fisipunfarifightcovid #stayathome #unfarivideochallenge #ramadhandirumah #kuliahdisiniaja #inimahunfari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosa "Bebal"

... Keterbelakangan sempurna akhlak penerus abu jahal Tentang, remaja perjuangan temukan jati diri durjana Oknum goblok terbalut label agama bar bar Korporat bangsat dan sabotase moral Dan pelajar bebal berzina atas dasar nafsu duniawi Dalam kamuflase sensasi binal cinta monyet Kemunafikan birahi santri pubertas Liberalis otak jelata, bacot fasik di atas ego apatis Hari ini dan seterusnya kita rampok semua yang memuakkan...! Kita teguk semua kelabu maksiat Membakar batas monopoli para pengumpat ambisi neraka Karna kebenaranpun mungkin sudah mampus Biar tuhan tahu dan kedua malaikat idiot hanya geming menatap juga mencatat tak berdaya. persetan dengan fasis persetan dengan fanatik persetan dengan pemabuk agama tanpa implementasi Saat prediksi parameter soleh hanya omong utopis surgawi Maka dengan semua keangkuhan diri, ku mengutuk setiap hati yang di khitan taubat Kalian semua punya Hati..!! Lantas untuk apa Lurus jika Bengkok itu Indah??!! hahaha... . . . duhai sang waktu... maafkanlah...

Homo Economicus

9 april 2022 Kuda besi campur pelastik saya arahkan menuju bunderan cibiru, tepat didepan UIN Bandung, terlihat beberapa dagangan berjejer dengan berbagai macam jenis jajanan. Hingga akhirnya saya pun berlabuh disalah satu warteg (sebut saja wartin a.k.a warteg uin). Mobilitas warga Bandung memasuki malam cukup tinggi, lalu – lalang kendaraan melaju dengan velositas rendah memburu hidangan berbuka dan takjil membuat jalanan dari ujungberung hingg bunderan cibiru macet merayap, ditambah prilaku warga yg parkir sembarangan demi memilih jajanan yg dsukai, begitupun saya, namun sebelum berlabuh diwartin, cukup lama saya menyusuri sepanjang jalan Ah Nasution untuk mencari menu andalan, jengkol. Sudah mampir ke 4 rumah makan tapi hasilnya nihil.  Setelah beberapa dasawarsa mengitari Bandung bagian Timur akhirnya saya dapat menemukan jengkol, walaupun dengan harga yang tidak bersahabat, kerena kenaikan harga jengkol yang mencapai 90rb/kg dipasar tradisional menyebabkan pengusaha rumah mak...