Langsung ke konten utama

SEORANG DIPLOMAT


Di Susun untuk memenuhi tugas.
Mata Kuliah : Pengantar Hubungan Internasional
Dosen : Henike Primawanti, S.IP, M.IPOL



Di Susun oleh Rizky Fauzi Mulyana
NIM : C1A190262

KELAS 2C
JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS AL - GHIFARI BANDUNG




BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Bandung, 17 Februari 2020
Hari ini Bandung tampak gelap, abu – abu agak hitam tercetak di awan. Seperti menunjukan, akan ada hujan yang sangat deras, padahal baru saja Adzan Dzuhur berkumandang dan saya juga bergegas untuk menunaikan solat,pun waktu masih menunjukkan pukul 12:40. Memang tidak aneh, malihat suasana seperti ini di musim hujan.
Dan hari itu saya sedang asik – asiknya memainkan smartphone, untuk sekedar melihat apa yang teman – teman saya posting di status Whatsapp. Mereka mempostingkan harapan, motivasi, maupun keluh kesahnya disana. Lalu “clingg” suara notifikasi pesan masuk, membuyarkan fokus yang awalnya sedang melihat status. Ketika di klik, ternyata itu adalah kiriman pesan dari Yuli yanti kepada grup kelas, dia memberitahukan, bahwa ada tugas dari Bu Henike, yang harus di kumpulkan pada pertemuan ketiga. Tugasnya adalah membuat makalah dengan tema “Andai saya menjadi diplomat Indonesia : Apa yang saya lakukan untuk meningkatkan citra di mata Dunia Internasional”. Maka dari itu saya coba menyusun tugas ini, sedikit demi sedikit. 
BismillahirRahmanirRahim.
Diplomasi/bernegosiasi merupakan suatu aktifitas yang memang pada umumnya sering kita lakukan di setiap harinya, oleh semua gender, dan bahkan di semua jenjang masyarakat. Mereka melakukan diplomasi sesuai dengan fenomena/persoalan yang mereka hadapi, yang di mana itu memaksa diri agar bisa membaca, memahami, dan memberi pengaruh, umumnya kita melakukan diplomasi terhadap objek yaitu manusia lagi. Biasanya dengan berdialog.
Rumusan masalah
    Terkait rumusan masalah ini, saya akan mengutip bagian bagian dari tema yang telah Ibu Henike tentukan di Power Point nya, yaitu “andai saya menjadi diplomat indonesia : apa yang akan saya lakukan demi meningkatkan citra dimata dunia internasional”.
1.       Apa itu diplomat?
2.       Interaksi dunia?
3.       Harapan pribadi?







BAB II
PEMBAHASAN

1   1.   Diplomat
Diplomat adalah pelaku yang sedang melakukan diplomasi, dan diplomasi sendiri adalah seni dan praktik dalam bernegosiasi. Berbeda dengan sumber yang saya dapat di kompas.com, yang penulisnya adalah Chandra desi, dengan tulisan yang berjudul “apa saja tugas dan peranan para diplomat?”. Ia mengatakan bahwa diplomat adalah seorang yang mengupayakan penyelengaraan perhubungan resmi antar negara berdaulat, dimana hal ini bertujuan untuk mencapai kepentingan nasional masing – masing pengirim. Definisi lain menyatakan bahwa diplomat adalah pejabat yang bekerja di departemen luar negeri, dimana merka dicoba untuk menjadi wakil negara di luar negeri.
      Tapi disini saya akan coba mengambil referensi yang ada di keputusan Presiden 103 Tahun 2003



2. Interaksi di dunia
Yang saya maksud dengan interaksi dunia adalah apa hal yang di lakukan dari seorang diplomat dalam melakukan tugasnya. Dan pidato dari Kementrian Luar Negeri (KEMLU) Retno L.P. Marsudi didalam Kemlu tv, beliau mengatakan ada  4 prioritas politik luar negeri, yaitu :
1.      Melindungi kedaulatan NKRI “menjaga rumah, menjaga perbatasan, menjaga wilayah indonesia dari sabang sampai merauke” dan tidak ada flesibilitas.
2.      Perlindungan warga negara Indonesia “orang mencari penghidupan lebih baik ke luar negeri, yang kadang – kadang mengambil resiko sampai mereka pergi ke negara – negara yang di landa konflik”, maka dari itu kita harus memiliki sistem proteksi, yang cepat, tepat dan bisa membantu masalah – masalah terkait kewarganegaraan.
3.      Diplomasi ekonomi “upaya kita untuk membuat orang – orang dalam rumah (indonesia) itu dapat makan dengan cukup punya sandang dan papan, dalam artian diplomasi ekonomi kita harus di lakukan untuk mendukung pembangunan nasional kita”.
4.      Terakhir, adalah kontribusi kita baik dalam kawasan maupun internasional, dan mendukung misi politik luar negeri.
Dan sebelum bu Retno meninggalkan mimbar, beliau mengatakan ” Hoax – hoax, habiskan saja...! “.
Nah itulah kira – kira interaksi yang saya maksud,Sedangkan fungsi perwakilan diplomatik menurut Kongres Wina 1961, yaitu sebagai berikut.
·         Mewakili negara pengirim di negara penerima.
·         Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima, didalam batas batas yang di izinkan oleh Hukum Internasional.
·         Mengadakan persetujuan dengan perintah negara penerima.
·         Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima, sesuai dengan undang – undang dan melaporkan kepada pemerintak negara pengirim.
·         Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara.


3. Harapan
Saya berharap jika di beri kesempatan oleh yang Maha Kuasa untuk menjabat jadi diplomat. Saya ingin bersahabat dengan para pemimpin – pemimpin dunia, dan ingin bekerja sama dalam mengelola stabilitas Dunia serta menyadarkan bahwa dunia ini perlu adanya tujuan yang mulia. Untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur serta di Ridhoi oleh Tuhan yang Maha Mengatur.



BAB III
PENUTUP

Menjadi perwakilan Indonesia menjadi tanggung jawab yang sangat besar, karena itu menyangkut keberlangsungan hidup orang banyak. Namun jika kita memiliki tekad yang kuat, InsyaAllah bukan hanya hal negative yang sering kita pikirkan, tetapi hal itu adalah sebagai peluang bahwa kita bisa berprestasi dan berkarya dalam ruanglingkup Nasional dan Internasional.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosa "Bebal"

... Keterbelakangan sempurna akhlak penerus abu jahal Tentang, remaja perjuangan temukan jati diri durjana Oknum goblok terbalut label agama bar bar Korporat bangsat dan sabotase moral Dan pelajar bebal berzina atas dasar nafsu duniawi Dalam kamuflase sensasi binal cinta monyet Kemunafikan birahi santri pubertas Liberalis otak jelata, bacot fasik di atas ego apatis Hari ini dan seterusnya kita rampok semua yang memuakkan...! Kita teguk semua kelabu maksiat Membakar batas monopoli para pengumpat ambisi neraka Karna kebenaranpun mungkin sudah mampus Biar tuhan tahu dan kedua malaikat idiot hanya geming menatap juga mencatat tak berdaya. persetan dengan fasis persetan dengan fanatik persetan dengan pemabuk agama tanpa implementasi Saat prediksi parameter soleh hanya omong utopis surgawi Maka dengan semua keangkuhan diri, ku mengutuk setiap hati yang di khitan taubat Kalian semua punya Hati..!! Lantas untuk apa Lurus jika Bengkok itu Indah??!! hahaha... . . . duhai sang waktu... maafkanlah...

Dampak Covid-19 Terhadap sektor Ekonomi

 Cipadung, 15 Mei 2020 Sejam lebih 1.456 detik, saya benar" terlena dengan aplikasi kinemaster, tampak jempol dan bulu mata saya pun belum menunjukan rasa lelahnya, terus mengutak atik video, yang nantinya disetor sebagai salah satu tugas mata kuliah. Awanpun mulai memperlihatkan warna merah kekuningan, atau biasa di sebut dengan "senja". huhhh... tak terasa waktu berlalu begitu cepat, hingga akhirnya video yang saya desain selesai juga 😆.... Saya yakin editor pro kinemaster akan menangis lihat karya saya ini,  begitu sempurna, indah dan abstrak. hahaha..., karena abstrak saya sengaja membuat keterangan berbentuk tulisan nya, maka silahkan simak dibawah ini Rizky Fauzi Mulyana Dampak Covid – 19 Saya ingin coba membahas dampak virus ini dalam perspektif ekonomi, di lansir oleh media media di internet  bahwa depresiasi harga minyak dunia turun drastis sampai menyentuh harga minus US dollar Bahwa para pengamat ekonomi migas pun menyatakan semestinya Indonesia bisa menurunk...

Homo Economicus

9 april 2022 Kuda besi campur pelastik saya arahkan menuju bunderan cibiru, tepat didepan UIN Bandung, terlihat beberapa dagangan berjejer dengan berbagai macam jenis jajanan. Hingga akhirnya saya pun berlabuh disalah satu warteg (sebut saja wartin a.k.a warteg uin). Mobilitas warga Bandung memasuki malam cukup tinggi, lalu – lalang kendaraan melaju dengan velositas rendah memburu hidangan berbuka dan takjil membuat jalanan dari ujungberung hingg bunderan cibiru macet merayap, ditambah prilaku warga yg parkir sembarangan demi memilih jajanan yg dsukai, begitupun saya, namun sebelum berlabuh diwartin, cukup lama saya menyusuri sepanjang jalan Ah Nasution untuk mencari menu andalan, jengkol. Sudah mampir ke 4 rumah makan tapi hasilnya nihil.  Setelah beberapa dasawarsa mengitari Bandung bagian Timur akhirnya saya dapat menemukan jengkol, walaupun dengan harga yang tidak bersahabat, kerena kenaikan harga jengkol yang mencapai 90rb/kg dipasar tradisional menyebabkan pengusaha rumah mak...